Selasa, 04 Juni 2013

BATU UNTUK MELEMPAR JUMROH


Batu untuk melontar diambil dari Muzdalifah ketika mabit pada tgl 10 Dzuhijjah, atau bisa juga sebagian diambil dari Muzdalifah dan selebihnya diambil dari sekitar Mina, adapun besar ukuran batunya adalah sebesar biji asam dan tidak runcing, karena para ulama fiqih memberikan gambaran tentang ukuran batunya adalah lebih besar dari kacang humus (kacang Arab) tapi lebih kecil dari kacang bunduk (kenari).

 Adapun jumlahnya adalah 49 butir bagi nafar awal (melontar jumrohnya sampai tgl 12), 70 butir bagi nafar tsani (menyelesaikan lontar jumroh sampai tgl 13).

Tujuh butir untuk melempar jumroh Aqobah pada hari Nahr/Hari Raya ‘Iedul Adha yaitu tgl 10 Dzulhijjah, kemudian selebihnya untuk hari-hari tasyriq (tgl. 11, 12, 13 Dzulhijjah) 21 butir untuk setiap harinya: tujuh butir untuk melontar  jumrah Ula, tujuh butir untuk melontar  jumroh Wustho, tujuh butir untuk melontar jumroh Aqobah.

JADWAL MELEMPAR JUMROH


NAFAR AWAL
Tanggal
Tempat Melontar
Jumlah Batu
Waktu Utama
Ula
Wustho
Aqobah
10 Dzulhijjah
-
-
7 x
7
Setelah Matahari Terbit
11 Dzulhijjah
7 x
7 x
7 x
21
Setelah Dzuhur
12 Dzulhijjah
7 x
7 x
7 x
21

Total
49 Butir Batu



NAFAR TSANI
Tanggal
Tempat Melontar
Jumlah Batu
Waktu Utama
Ula
Wustho
Aqobah
10 Dzulhijjah
-
-
7 x
7
Setelah Matahari terbit
11 Dzulhijjah
7 x
7 x
7 x
21
Setelah dzuhur
12 Dzulhijjah
7 x
7 x
7 x
21
13 Dzulhijjah
7 x
7 x
7 x
21

Total
70 Butir Batu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar